Kamis, 01 Desember 2011

Tinjauan Ihsan dalam Al-Quran

Oleh: Dilan Imam Adilan
Tinjauan Ihsan dalam Al-Quran
Oleh: Dilan Imam Adilan
Pendahuluan
Ketika seseorang terbiasa melakukan STMJ (Sholat terus maksiat Jalan) bila diidentifikasi dan diinvestigasi ternyata pangkal dari itu semua adalah belum tertanamnya sikap ihsan dalam keseharianya. Sebuah Introspeksi dan koreksi dalam diri kita (Muhasabah) tentu menjadi solusi akan penyakit yang pasti pernah mendera diri setiap insan. Dalam pembahasan makalah kali ini penulis dengan berjuta kelemahannya akan coba memaparkan, “Apa itu ihsan”? mencakup secara makna bahasa, hakikat, makna dalam Al-Quran, dan bahasan sedikit tentang Birrul Walidain sebagaimana kita ketahui kalimat احسانا banyak memuat makna tersebut.

Pasal Pertama: Pembahasan Makna Ihsan

A.Ihsan menurut Bahasa dan Istilah

Ihsan berasal dari akar kata احسن – يحسن – احسا نا. Menurut al-Jurjani di dalam At-Ta’rifât, secara bahasa ihsan adalah bagian kebaikan yang seharusnya dilakukan. Dan menurut syara’ ialah jika engkau melihat Allah SWT seolah olah engkau melihatnya, jika berbuat baik atau beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya (terawasi) jika tidak bisa melihatnya, maka ia yakin bahwa Allah melihat-Nya”.
Ar-Raghib Al-Asfahani dalam Mu’jamnya Ihsan terbagi dalam dua bentuk salahasatunya, dikatakan yaitu memberikan kebaikan kepada seseorang, dan yang kedua berbuat baik dalam pekerjaanya dan seperti itulah yang kita ketahui dengan kebaikan, Ihsan lebih umum daripada Al-In’am (memberikan kenikmatan) berfirman Allah Ta’ala :
                   •     • 
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. (QS. Al-Israa : ayat 7)

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An-Nahl ayat 90)
Pada ayat diatas Ihsan itu berada posisinya diatas Adil (lebih utama ), Adil yaitu jika seseorang memberikan apa yang dimiliki dan mengambil apa yang jadi miliknya. Adapun Ihsan itu adalah memberikan lebih banyak apa yang dimilikinya dan mengambil sedikit atas hak yang dimilikinya, dan Ihsan itu merupakan tambahan atas adil maka lebih baik dari adil itu wajib, dan bagi Ihsan itu mandub atau mubah, dan atas ucapan ini berfirman Allah Ta’ala

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.
(An-Nisaa : ayat 125 ).
Dan firman Allah Ta’ala :

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, Maka baginya siksa yang sangat pedih (Al-Baqarah ayat 178)
Dan seperti itulah Allah memuliakan ganjaran bagi muhsin maka berfirman Allah Ta’ala :
   •   •    
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik ( Al-Ankabuut ayat 69 )

Dan berfirman juga dalam ayat yang lain:

Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Al-Baqarah ayat 195)

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (At-Taubah ayat 91)

Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengutip bahwa Ali bin Abi Thalib RA menafsirkan ihsan dengan tafadhdhul (keutamaan-kelebihan). Karena itu, menurut Burhanuddin al-Biqai dalam tafsirnya Nazhm ad-Durar, ihsan adalah perbuatan ketaatan seorang hamba yang paling tinggi. Dalam Al-Quran dijelaskan kata Ihsan dalam bentuk ayat yang menunjukkan pada perbuatan yang mencerminkan keluhuran budi dan keistimewaan amal. Perintah Ihsan dalam Al-Qur’an tidak hanya hal ibadah, tapi dalam hal mu’amalah, misalnya : Ihsan kepada kedua orang tua, sanak saudara, anak yatim, fakir miskin, tetangga dekat/jauh, teman sejawat, ibnusabil, hamba sahaya, perlakuan dan ucapan yang baik, serta kepada binatang. Sebagaimana firman Nya dalam surat An-Nisaa ayat 36 :


Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (An-Nisaa ayat 36)

Dalam hadist Rasul saw. memberikan contoh ihsan itu dalam perbuatan yang terlihat kejam, yaitu membunuh dan menyembelih: “fa ahsinû al-qitlata dan fa ahsinû ad-dzabha-dalam riwayat lain adz-dzibhata-“. Kata al-qitlata dan adz-dzibhata bermakna hay’ah al-qatl wa adz-dzabh-bentuk dan tatacara membunuh dan menyembelih. Jadi yang diperintahkan di sini adalah ihsan dalam hal bentuk dan tatacara membunuh atau menyembelih, yaitu memilih cara-dalam batas ketentuan syariah-yang paling mudah, paling cepat dan paling kecil penderitaannya; tanpa menyiksa, menyayat apalagi mencincang sebelum membunuhnya. Membunuh di sini bersifat umum mencakup qishash, hadd (misalnya hadd murtad), maupun membunuh hewan, misalnya membunuh ular atau binatang buas yang menyerang.

B. Jumlah perkataan-perkataan berkaitan Ihsan yang Disebut Dalam Al-Qur’an
Perkataan Ihsan dalam Al-Quran ada195 kata, berasal dari akar kata حسن mempunyai Tasrifan kata tersendiri seperti kata حسن,حسن ا, حسنا dan lain-lain.

C. Hakikat Ihsan
. Ihsan merupakan inti iman, ruh, dan kesempurnaanya . Menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Ihsan menghimpun semua hakikat, yaitu hendaklah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau dapat melihat Nya. Ada tiga derajat Ihsan yaitu :

1. Ihsan dalam tujuan, dengan mengarahkannya dari sisi ilmu, menguatkannya dari sisi hasrat, dan membersihkannya dari sisi keadaan.
-Mengarahkannya dari sisi ilmu, yaitu menjadikannya mengikuti Ilmu dan keharusan-keharusannya serta terbebas dari hal-hal keduaniawian.
-Menguatkannya dari sisi hasrat, atau menyertai tujuan dengan hasrat yang bisa memberikan dorongan, sehingga tidak ada kelemahan.
- Membersihkannya dari sisi keadaan. Artinya, keadaan pelakunya harus bersih dari noda dan kotoran, yang menunjukkan tujuannya yang kotor. Karena jika keadaanya bersih, maka tujuannya pula bersih.

2. Ihsan dalam berbagai keadaan, yaitu menjaganya karena cemburu menutupinya dari segala sisi, dan membenahinya dalam kenyataan. Artinya, tidak memperlihatkannya kecuali ada alasan atau kebutuhan atau kemashlahatan yang jelas.

3. Ihsan dalam waktu, yaitu engkau tidak menghilangkan waktu yang ada. Artinya, tidak menyianyiakannya. Hal ini tidak bisa dilakukan kecuali oleh orang yang tegar, yang tidak menggantungkan hasrat kepada seseorang selain Allah, karena yang seperti ini adalah syirik dalam pandangan orang yang berjalan kepada Allah SWT.
. D. Berbagai makna kata-kata Ihsan dalam Al-Qur'an

Dan Barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, Yaitu: Nabi-nabi, Para shiddiiqiin orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka Itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa ayat 69 )
Menurut Ibnu Katsir  yaitu siapa saja yang mengerjakan dengannya apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya, dan meninggalkan apa yang dilarang Allah dan Rasul Nya, maka sesungguhnya Allah SWT memberikan ketenangan tempat tinggalnya dan memuliakannya, dan menjadikannya teman bagi para Nabi. Kemudian untuk mereka tingkatan-tingkatan dan mereka adalah ash-Shiddiqun, para Syuhada, kemudian umumnya Orang-orang Mu’min, kemudian Orang-orang Sholeh yang selamat dalam urusan mereka dan

Kemudian Kami telah memberikan Al kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka. (QS. Al-An’am ayat 154)
Menurut Ibnu Katsir kalimat  disana yaitu orang yang berbuat baik dalam amalnya, dan ketaatannya atas perintah Allah SWT. Dan berkata juga Abu Jafar’ Ar-Razi dari Rabi bin Anas, ‘paling baik dalam ketaatannya pada Allah SWT, menurut Qotadah,’ Orang yang paling baik di dunia sempurna baginya di Akhirat.
                ••     •        
83. Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling. ( QS. Al-Baqarah ayat 83 )
ا Ibnu Katsir dalam tafsirannya, merupakan sebuah keagungan dan Hak yang paling tinggi ialah beribadah kepada Allah SWT dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun, dan setelah itu Allah menempatkan berbuat baik bagi orang tua sebagai urutan utama setelah beribadah kepada Nya. Sebagaimana firman Nya dalam QS.Al-Isra ayat 23, dan dalam sebuah riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud, ‘Aku berkata, ” Wahai Rasululllah, apa amal yang paling afdhol ? Rasul berkata : Sholat di awal waktu, kemudian aku berkata ,”Kemudian apa lagi ? Rasul berkata ,” Birrul Walidain’’.( al-hadist)
 yaitu Ucapan yang baik, lemah lembut, dan sopan, makna ini masuk juga pada ucapan amar ma’ruf Nahi Munkar. Sebagaimana menurut Hasan Al Bashri,”Memerintah dengan ma’ruf dan melarang dari Munkar, murah hati, pemaaf, dan berkata dengan ucapan yang baik sebagaimana firman Allah SWT, dan dia berakhlaq yang membuat Allah ridho padanya“,

 •                 
90. Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran
(QS an-Nahl ayat 90)
 Asy-Syaukani di dalam Fath al-Qadîr menafsirkan: makna ihsan secara bahasa ini menunjukkan bahwa ihsan adalah kelebihan atau keutamaan dengan sesuatu yang tidak wajib seperti sedekah sunnah. Termasuk ihsan adalah perbuatan yang karena itu seorang hamba diberi pahala, berupa apa-apa yang tidak diwajibkan oleh Allah dalam ibadah maupun selain ibadah.

Pasal Kedua: Berlaku Ihsan terhadap Orang Tua
A. Makna serupa antara Birr (Kebaikan), Ihsan, dan Ishlah
Di dalam Al-Qur’an, kata ihsan sering diartikan juga “kebaikan”, serupa dengan birr dan ishlah. Kata ihsan dalam bentuk fail (orang mengerjakannya) disebut muhsin. Bisa dilihat pada firman Allah yang artinya:
         •         
Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya
(QS. An-Nisaa : ayat 125 )
Sedangkan kata baik dalam arti birr bisa dilihat pada firman Allah yang artinya:
                  •                 •           •         

Bukanlah menghadapkan wajahmu ke ke timur maupun ke barat itu suatu kebaikan, tetapi sesungguhnya kebaikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat, kitab dan nabi-nabi serta memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah : 177)

Bila kita kaji ayat-ayat tentang kata al birr, termasuk ayat di atas, maka akan didapat kesimpulan bahwa kebaikan itu menurut Mahmud Syaltut dalam Islam Aqidah wa Syar’iah membaginya menjadi tiga, yakni birr dalam aqidah, birr dalam amal dan birr dalam akhlak.
Adapun kata baik dengan menggunakan kata ishlah terdapat dalam banyak ayat, misalnya pada firman Allah :

                            •    
Tentang dunia dan akhirat. dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang Mengadakan perbaikan. dan Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Baqarah ayat 220 )

Islah (berlaku baik) digunakan penggunaannya dalam kaitan hubungan yang baik antara sesama manusia, di dalam Ensiklopedi Hukum Islam dinyatakan: “Islah merupakan kewajiban umat Islam, baik secara personal maupun sosial. Penekanan islah ini lebih terfokus pada hubungan antara sesama umat manusia dalam rangka pemenuhan kewajiban kepada Allah Swt”.
Ketiga penggunaan kata Birr, Ihsan, maupun Islah itu menunjukkan bahwa kemuliaan manusia bisa kita pahami dari iman dan amal shaleh atau kebaikannya dalam bersikap dan bertingkah laku, dimanapun dia berada dan dalam keadaan bagaimanapun situasi dan kondisinya. Itu sebabnya, semakin banyak perbuatan baik yang dilakukannya, maka akan semakin mulia harkat dan martabatnya dihadapan Allah Swt.

B. Berperilaku Ihsan terhadap sesama khususnya Orang tua.
Menjadi sebuah tuntutan berperilaku Ihsan karena setelah perintah bertauhid kepada Allah menjadi tuntutan selanjutnya bagi kita untuk berperilaku ihsan. Banyak hak yang harus dipenuhi oleh manusia, pertama hak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kedua hak Rasulullah SAW dan ketiga ialah hak kedua orang tua kemudian hak-hak lainnya. Hak Allah Subhanahu wa Ta’ala yang harus dipenuhi oleh hamba-hambaNya ialah mentauhidkanNya, beribadah kepadaNya dan meninggalkan segala bentuk keyakinan, perkataan dan segala hal yang berbentuk syirik. Dari Mua’dz bin Jabal Radhiyallahu ‘anhu ia berkata :
عَنْ مُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : كُنْتُ رِدْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ فَقَالَ يَا مُعَاذُ هَلْ تَدْرِي حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ قُلْتُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلَا يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لَا يُعَذِّبَ مَنْ لَا يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ قَالَ لَا تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا
“Arti : Aku pernah dibonceng Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas seekor keledai, lalu beliau bersabda kpdku, “Hai Mua’dz, tahukah kamu apa hak Allah yg wajib dipenuhi oleh para hambaNya dan apa hak para hamba yg pasti dipenuhi Allah ?” Aku menjawab, “Allah dan RasulNya yg lebih mengetahui”. Beliaupun bersabda , “Hak Allah yg wajib dipenuhi oleh para hamba ialah supaya mereka beribadah kpdNya saja dan tidak syirik sedikitpun kpdNya, sedangkan hak para hamba yang pasti dipenuhi Allah ialah bahwa Allah tidak akan menyiksa orang yang tidak syirik sedikitpun kpdNya” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dalam Al-Quran dijelaskan juga bahwa selain diperintah untuk tidak menyekutukannya Allah memrintah kita untuk berbuat baik kepada sesama manusia dan Orang tua khususnya :
        •  •                 
23. dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia (QS. Al-Israa ayat 23 )
Seorang anak yang terlahir di dunia ini dari mulai dari buaian sampai dewasa sehingga menjadi manusia yang berguna. Semua itu tidak akan pernah lepas dari jasa orang tua. Oleh karena itu kita wajib berbakti kpd kedua orang tua dengan cara mentaati, menghormati, mencintai, menyayangi, membahagiakan serta mendo’akan ketika kedua masih hidup maupun saat mereka meninggalkan kita. Taat kepada kedua orang tua ialah hak orang tua atas anak. Apa yang turun merupakan perintah Allah dan RasulNya selama keduanya tidak memerintahkan untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan dan syari’at Allah dan RasulNya kita wajib mentaatinya.
وَ اللهُ اَعْلَمُ بِالصَّوَّابِ








DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan Terjemahnya, Pustaka Al-Fatih: 2009
Ar-Raghib Al-Asfahani, Mu’jam Mufrodat Lil Alfadzhil Quran, Darul Fikr, Libanon: 2008
Fu’ad Abdul Baqi’, Mu’jam Mufahros Lil Alfadzhil Quran, Darul Fikr: Libanon, 2008.
Ibnul Qayyim Al- Jauziyah, Madarijus Salikin pendakian menuju Allah SWT, PUSTAKA: al-Kautsar,Jakarta; 2009.
Imam An-Nawawi, Syarah Arbain An-Nawawi Al-Luhaimidii, Saudi, 2008.
Al-Jurjani, At-Ta’rifat. Dipenogoro, 2007.
Muhammad Abul Fida bin Ismail bin Umar bin Katsir Ad-Dimasyqi, Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim, Darul Aqidah, Alexandria, Mesir: 2008
Maktabah Syamilah,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kizzz